ada di ruang, udara, dan suara

Posts tagged ‘alchemist’

[repost] Cattleya

Di suatu masa, pada suatu ketika,

Seorang wanita, Cattleya. Seorang wanita biasa.

Dan seorang pria, yang tidak dikenal, tak berwajah, tak beridentitas, yang kotak-kotak kepalanya hanya berisi tanda tanya…

Cattleya bangun pukul 6, bersama senyum matahari pagi, lalu ucapkan selamat pagi pada Ibu.. Di meja ada sebuah pesan dari seorang pria, yang tidak dikenal, tak berwajah, tak beridentitas, yang kotak-kotak kepalanya hanya berisi tanda tanya… Katanya : “Bangunkan aku”

Cattleya berjalan di padang-padang ilalang, bersama lembut hangat matahari pagi, lalu ucapkan selamat pagi pada sahabat… Di pucuk cemara tua hitam, tergantung sebuah pesan dari seorang pria, yang tidak dikenal, tak berwajah, tak beridentitas, yang kotak-kotak kepalanya hanya berisi tanda tanya… Katanya : “Sampai ketemu nanti”

Cattleya berlari terlambat memasuki ruang kelas koleganya, bersama peluh terikmu mentari pagi, lalu ucapkan selamat pagi pada warna-warni kaca tangga… Di pojokan tembok biru hijau kelabu, menempel secarik kertas berisikan pesan dari seorang pria, yang tidak dikenal, tak berwajah, tak beridentitas, yang kotak-kotak kepalanya hanya berisi tanda tanya… Katanya : “Kamu baik-baik saja?”

Cattleya ikuti monolog jemu sang alkemis, bersam kusam mentari siang hari, lalu ucapkan tanya pada wanita di sebelahnya… Di halaman 52 buku bibelnya, tertuliskan corat-coret spidol hitam dari seorang pria, yang tidak dikenal, tak berwajah, tak beridentitas, yang kotak-kotak kepalanya hanya berisi tanda tanya… Katanya : “Sudah ?”

Cattleya melangkah, pulang dengan seratus, seribu, sejuta pertanyaan :

Siapakah kamu?

Kenapa kau masuki seluruh sudut hidupku dengan cara-cara yang tidak ku tahu?

Kenapa harus aku yang menerima pesan-pesanmu?

Di manakah kamu?

Kenapa harus aku?

Cattleya kebingungan, dengan seratus, seribu, sejuta pertanyaan yang ia sendiri tidak tahu jawabnya…

Esok hari, ketika matahari yang sama menerangi kamar mungilnya, ia temukan pesan di layar LCD. Yang lebih luar biasa, Ibu berkata dengan nada bariton, yang jelas-jelas warna suara seorang pria : “Cattleya, kamu masih baik-baik saja?”

Begitu pula di padang ilalang, ruang kelas kolega, dan mimbar sang alkemis. Selalu saja ada pesan si sudut-sudut yang ia tidak ketahui. Dan Cattleya bisa menebak dengan pasti : Ini ulahmu, pria yang tidak dikenal, tak berwajah, tak beridentitas, yang kotak-kotak kepalanya hanya berisi tanda tanya…

Sejak saat itu, Cattleya lalui tiap hari, minggu, bulan, dengan pesan-pesan dari pengirim yang sama…

1 minggu…

< Kenapa kau tak berhenti ganggu hidupku?!!!??!>

1 bulan…

< Tunjukkanlah dirimu jika kau memang seorang pria! >

Hingga hari ke-124, hari itu 9 Februari, hari ulang tahunnya. Pukul 00.00, dering selluler terus-terusan berbunyi, ucapkan : Selamat Ulang Tahun, Semoga Panjang Umur, Semoga Semakin Dewasa DI Usiamu Yang Ke-20… Semuanya sterotipe…

Pukul 6 pagi, layar LCD masih tetap sama.

Di padang ilalang, sahabat-sahabat Cattleya tidak lagi yang dulu.

Di ruang kelas kolega, bangunan sudah dipugar rata.

Di depan mimbar sang alkemis, ia tetap saja ucapkan monolog jemu.

TAPI TAK ADA LAGI PESAN – PESAN ITU!

PESAN DARI SEORANG PRIA YANG TIDAK DIKENAL, TAK BERWAJAH, TAK BERIDENTITAS, YANG KOTAK-KOTAK KEPALANYA HANYA BERISI TANDA TANYA…

Hingga sunset, pesan-pesan itu belum datang-datang juga..

Hingga pukul 6 pagi lagi, pesan-pesan itu tak kunjung datang.

Hingga Cattleya sadar, pesan-pesan itu mungkin takkan pernah datang lagi…

Entah kenapa, entah karena entah adalah entah, Cattleya merasa kehilangan si pengganggu,  pria yang tidak dikenal, tak berwajah, tak beridentitas, yang kotak-kotak kepalanya hanya berisi tanda tanya…

Dengan spontan, Cattleya membisikkan kata pada diarinya :

Entah,

aku rindukan kamu,

pria yang tidak dikenal, tak berwajah, tak beridentitas, yang kotak-kotak kepalanya hanya berisi tanda tanya…

Advertisements

Tag Cloud

%d bloggers like this: