ada di ruang, udara, dan suara

Archive for the ‘jamur paling rahasia’ Category

One Lunch Break

Remorse and Fear in a quiet environment The silent moment Add some substances and you shall be in tranquil zone Questioning sanity Researching existence Everything is opaque in the crowd Unlike the silent moment A lunch break for construction workers A red light for taxi drivers The city ceased to breathe Soon, they will come [...]

Sajak Tanpa Komputer dan Internet

I Digitalia #1 Sejenak lepas kami berbincang tentang kaum naturalis dan para anti kemapanan lainnya Sejenak lepas para monster kembali datang menyelusup dan nafsu elektrikku menguasai II Digitalia #2 Dulu kita bergantian membaca buku menatap layar bioskop yang sama kini kita berkutat dalam laptop masing-masing Malamnya selinting ganja lalu bercinta Kita terbebaskan III Digitalia #3 [...]

provo

secangkir kopi, lalu kita mulai bercerita segelas anggur, dan kita bercinta

cerita 6.30

mereka, yang menyelusup lewat embun dan udara panas. Reri, yang dikejar-kejar di bawah kolong tol, tertidur di bilik triplek telanjang Kamu lelah ya sayang? Kakak tinggalkan handuk di atas kasur Ini tubuh Kakak untukmu Menikah dengan seorang sarjana, iya! menikah dengan orang yang berpendidikan tinggi dan bergengsi! Walau kamu angkuh karena terlalu tampan. Aku akan [...]

tidur

perbatasan adalah antara hidup dan mati bahagia dan tidak bahagia selamat dan semoga gambar lopian aku tidak akan mengintipmu lagi sesaat aku lupa akan bayangmu apakah kamu yang menyelamatkan saat hipotermia? rambutmu jelaga pipimu ari-ari dahimu satu telingamu widyastuti ”aku mu” matamu dada bibirmu hati lidahmu jantung matamu cinta bibirmu cinta lidahmu cinta

pandu solilokui

malam malam malam aku menyentuhmu lekuk demi lekuk susuri malam selasa dua bola matamu yang besar menggigit tekanan episode baris berbaris larik hitam hijau kencana lekuk demi lekuk demi lekuk susuri pagi selasa serang sang dewi utari nagagini batik parang rusak kuda sembrani ode sepinggan emas untuk solilokui damai di bumi damai di surga kematian [...]

Breathing In Comma

I am afraid of unveiled Man on the Moon or the arduous fictional outbreak of  H1N1 . Luna and China . Rolling grass in Mongolia, breathing in comma. Poppies field of Afghanistan, breathing in comma. . Breathing in comma

ODE 3

siapa sih Sarah? kenapa tidak pilih nama Ida saja? . sok nginggris padahal kemlinthi Yulianti saja bisa berubah jadi Julia Perucha. ternyata, kalah belah durennya oleh lima putaran debat pemilihan umum . . kalau jualan benci, memang jarang ditemukan di pasar tradisional, tapi penjarah kerusuhan pun ikut terprovokasi ikut-ikutan jadi bagian kebun mawar melati . [...]

ODE 2

setelah kremasiku, taburkanlah abunya di laut Utara. – untuk jadi tanah reklamasi Sepadan dan Ligitan. demi menjaga keharmonisan, ibuku pertiwi didonorkan pada negara tetangga dijadikan permainan peradilan selebritas – Mbak, minta rokoknya boleh? – Tapi aku ingin yang bekas luka sundutan mana bisa perempuan wajar hidup dengan Pangeran kaya bila tidak karena kacamata GUCCI 16 [...]

[repost] ODE 1

aku mohon diizinkan untuk dibungkamkan dari penyakit . aku mohon dilapangkan jalan menuju ke sekolah . aku mohon dipulangkan dalam mandi kebaikan . aku mohon dikenangkan di buku-buku pelajaran tentang kemiskinan . aku mohon diabadikan sebagai catatan kegagalan dan harapan . aku mohon engkau yang berkaki dua dan berotak lebih besar dari kera cerdaskanlah sejenak [...]

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.