kepada waktu,
aku luangkan sejenak untukmu.

baru saja tersadar,
bahwa selama ini saya hanya berputar di kota kelahiran, Jakarta.
2 tahun 1 bulan 13 hari
belum lengkap.

secuil yang telah terlewatkan, dan, mungkin, akan dirindukan
langit tua di samping kebun pisang,
debu kolong tol,
dan tentu saja,
macetnya Sudirman.

satu persatu digantikan oleh tunas muda, aula pernikahan, dan aspal segar

meskipun demikian,
sebelum pulang,
saya ingin diingatkan,
tentang menulis sejarah masa depan.

bersamamu

dan lalu
pulang.

Mengikuti garis lurus.
Berkelok-kelok.
Memecah-mecah keheningan.

Bangun dan cuci muka.
Tidur dan cuci kaki.

Seperti kemarin lusa,
seperti satu sendok dalam lautan sejuta garpu,
seperti senja yang terlambat datang,
seperti sejarah yang berulang.

Pangeran lalu datang
menyulap tongkat keju
di dalam kotak 2111.

Jadi Janji di Depan Tuhan.

DSC_6900

secangkir kopi,

lalu kita mulai bercerita

DSC_6948

segelas anggur,

dan kita bercinta

DSC_6919

paduka kurcaci

adalah seorang anak muda

yang merindu seorang perempuan di belahan bumi berbeda

di saat menjadi burung merak pada sebuah pameran arsitektur internasional

.

mendung 27 oktober 2009

 .

pohon cita – citanya sudah tumbuh semakin tinggi ,

Dan sayapnya sudah siap belajar terbang

 .

apa kabar Ibu Kota sore ini?

Dan Bandung masih akrab dengan kelabunya

 .

Setelah melintasi Selat Malaka ,

120 km tentu

hanya sebatas nyanyian malam yang sumbang

 .

Sekali lagi

Kita bersama – sama menghitung hari

Berjanji di depan Tuhan

.

.

pritt .. prit .. pritt ..pritt…..

i heart you so

dia

yang mengajarkan

percaya

Dan hujan
bersahabat dengan aroma kopi susu

Aku di mulutmu.

What is the impact of societal changes in its basic unit?
Cultural genetic. Hate it.

Hey you,
come and take a look at me closer.
Is it pain or black hole of despair that you see in blurred vision?

Should I give up or keep on chasing pavements?
(Adele Laurie Blue Adkins)

I am longing to be …

forced silence