kepada waktu,
aku luangkan sejenak untukmu.
baru saja tersadar,
bahwa selama ini saya hanya berputar di kota kelahiran, Jakarta.
2 tahun 1 bulan 13 hari
belum lengkap.
secuil yang telah terlewatkan, dan, mungkin, akan dirindukan
langit tua di samping kebun pisang,
debu kolong tol,
dan tentu saja,
macetnya Sudirman.
satu persatu digantikan oleh tunas muda, aula pernikahan, dan aspal segar
meskipun demikian,
sebelum pulang,
saya ingin diingatkan,
tentang menulis sejarah masa depan.
bersamamu
dan lalu
pulang.



